Penjelasan lengkap soal perkembangan e-commerce

Penjelasan lengkap soal perkembangan e-commerce

Perkembangan e-commerce semakin pesat dari tahun ke tahun seiring dengan perkembangan digital yang ada. Bahkan perusahaan e-commerce ternama dunia sudah masuk pada pasar Indonesia. Alibaba lewat Lazada dan eBay sudah lakukan ekspansi bisnis di Indonesia. Amazon dikabarkan juga bakal lakukan hal yang sama dan juga akan menambahkan aplikasi joker slot online.

Pemerintah sendiri, melalui Kemenkominfo mencanangkan biar pada tahun 2020 proyeksi e-commerce Indonesia dapat mencapai angka 130 Miliar Rupiah. Mengutip KataData, data yang dihimpun Nielsen bertajuk “Indonesia Ocean of Opportunities Overcoming Dead Win and Riptide 2017” hasilkan prediksi pasar e-commerce Indonesia yang bakal mencapai 52% dari seluruh e-commerce pada kawasan Asia Tenggara.

Inilah kenapa, mungkin Anda lagi cari-cari panduan buat jalankan niat Anda bergelut pada bidang e-commerce. Namun, sebelum kita bahas lebih lanjut soal gimana memulai perusahaan e-commerce Ada baiknya kita bahas lebih dulu apa itu sebetulnya definisi e-commerce.

Definisi E-Commerce

Istilah e-commerce ialah singkatan buat electronic commerce. Electronic commerce ialah proses jual beli yang terjadi antara pebisnis dan konsumer tanpa mesti berada di toko fisik. Maka, transaksi jual beli yang terjadi Cuma berlangsung lewat media elektronik, lebih tepatnya secara online.

Kegiatan e-commerce berlangsung didukung sama teknologi-teknologi mumpuni yang ada. Teknologi-teknologi itu semacam smartphone, laptop, atau alat lainnya yang bisa proses transaksi online dan dapat jalankan inventory management system.

Kategori E-Commerce

Ada berapa kategori e-commerce jika didasarkan pada siapa-siapa saja yang terlibat dalam proses bisnisnya. Berikut, kami kasihkan penjelasan atas masing-masing kategori tersebut:

Business to Business (B2B)

Kategori e-commerce “business to business” ini dilakukan antara pihak yang saling berkepentingan dalam jalankan bisnis. Kedua belah pihak biasanya sudah saling mengenal dan mengetahui proses bisnis yang mereka lakukan masing-masing. Selain itu, kategori e-commerce B2B dilakukan secara berkelanjutan sebab masing-masing pihak saling peroleh untung dan sudah punya rasa kepercayaan terhadap satu sama lain. Contoh dari bisnis B2B ialah saat dua perusahaan seperti yang disebutkan pada penjelasan sebelumnya adakan transaksi jual beli secara online, begitu juga dengan pembayarannya yang dilakukan secara digital (melalui kartu kredit dan sebagainya).

Business to Consumer (B2C)

Kategori e-commerce “business to consumer” ini merupakan bisnis yang dilakukan antara pelaku bisnis dengan konsumen seperti pada umumnya. Bisnis yang dilakukan yakni produsen menjual produk pada konsumen secara online. Di sini, pihak produsen bakal jalankan bisnis dengan cara pasarkan produknya pada konsumen tanpa adanya respon atau tanggapan balik dari konsumen untuk lakukan bisnis kembali. Maksudnya ialah produsen Cuma pasarkan produk atau jasa, sementara pihak konsumen Cuma sebagai pembeli atau pemakai. Maka, tidak bakal ada unsur kerjasama lanjutan dan sebagainya selayaknya pada kategori “business to business”.

Consumer to Consumer (C2C)

Kategori e-commerce “consumer to consumer” jalankan transaksi jual beli di mana sistem barter berlaku antara konsumen. Konsumen-konsumen yang terlibat itu bisa saling menjual produk yang mereka masing-masing miliki. Misalnya, konsumen dari sebuah produsen bakal menjual kembali produk pada konsumen yang lainnya.

Consumer to Business (C2B)
Kategori “consumer to business” ini ialah bisnis antara konsumen dan produsen dengan inisiatif dari salah satu pihak yang mencari atau perlukan lebih dulu. Bisnis itu dilakukan sama konsumen kepada para produsen yang menjual produk maupun jasa. Sebagai contoh, konsumen lebih dulu memberitahukan detail produk atau jasa yang dimau atau diperlukan secara online kepada para produsen. Nantinya, berapa produsen yang mengetahui adanya permintaan itu bakal tawarkan produk atau jasanya kepada konsumen itu.

Jenis Kegiatan E-Commerce
Berikut ialah berapa jenis kegiatan e-commerce yang umumnya terjadi:
Pembelanjaan Online (Online Shopping)

Contoh yang sangat sederhana dan mudah dimengerti terkait e-commerce ialah pembelanjaan melalui internet atau yang biasa kita kenal sebagai online shopping. Tokonya dibuat secara virtual atau online dan biasanya tawarkan banyak sekali variasi di tokonya dibandingkan dengan toko fisik yang biasa ada pada sekitar Anda. Dapat jadi suatu perusahaan miliki keduanya, toko virtual dan fisik tapi biasanya variasi lebih banyak pada toko virtualnya. Biasanya, perusahaan yang Cuma miliki toko virtual bermaksud buat menekan biaya instalasi toko fisik yang memakan biaya begitu besar buat pembelian atau penyewaan tempat dan lain-lain.

Pembayaran Elektronik (Electronic Payments)

Sistem pembayaran yang satu ini dapat berlaku untuk apa saja termasuk transfer biaya produk, tagihan telepon, tagihan internet, dan lain-lain. Terkait dengan transaksi yang dilakukan secara digital ini, aspek cyber security begitu penting buat diperhatikan. Buat Anda yang lakukan pembayaran dari laptop atau komputer, cobalah mengunduh aplikasi keamanan yang mumpuni biar transaksi Anda berjalan aman tanpa interupsi para peretas.

Pembobolan kartu kredit biasa terjadi lewat electronic payment yang dilakukan sama customer. Untuk Anda para pengelola perusahaan atau online store, Anda dapat membantu pelanggan Anda dengan mengingatkan pentingnya keamanan sibernetika dan gimana tips-tips yang bisa dilakukan untuk hindari cyber crime itu.

Lelang Virtual (Virtual Auctions)

Kegiatan e-commerce yang satu ini dipopulerkan sama eBay. Ebay mungkinkan para customer buat jual beli dengan harga yang begitu untungkan kedua belah pihak. Hal ini di sebabkan adanya proses tawar-menawar yang terjadi sebelum harga terbaik disepakati bersama.

Transaksi Bank Digital (Internet Banking)

E-commerce sudah mungkinkan orang-orang buat tidak repot-repot lakukan kunjungan rutin ke bank fisik. Maka, orang-orang bisa melakukan aktivitas perbankan sehari-hari mereka secara online lewat aplikasi yang disiapkan oleh bank masing-masing. Bank-bank yang ada di Indonesia itu mengklaim diri mampu kasihkan layanan perbankan yang aman dengan aplikasi yang disiapkan bagi kliennya.

Jual Beli Tiket Online (Online Ticketing)

Ticketing saat ini, segala macam ticketing yang dilakukan oleh orang-orang dilakukan secara online melalui internet. Kegiatan ini termasuk pembelian tiket transportasi semacam pesawat, bis maupun kereta. Selain itu juga berlaku buat pembelian tiket menonton pertandingan olah raga dan film. Hal ini sebetulnya begitu untungkan buat orang-orang biar mereka tidak perlu menunggu antrean panjang.

Tipe Distribusi pada E-Commerce

Dalam kegiatan e-commerce ada berbagai cara buat retailer dalam tawarkan service mereka. Berapa cara atau metode itu kami jelaskan sebagai berikut:

Pure Click

Pada metode distribusi “pure click”, retailer menjual Cuma lewat lokasi virtual, tanpa physical storefront.

Brick and Click

Pada metode distribusi “brick and click”, sedari awal pembentukan bisnis retailer telah memiliki kedua jenis store baik secara virtual maupun lokasi secara fisiknya.

Click to Brick

Pada metode distribusi “click to brick”, para retailer mulai usaha mereka dengan online store atau toko virtual tapi kemudian mengembangkannya dengan membuat toko yang secara fisik ada di lokasi. Toko fisiknya dibuat sebagai suplemen buat bisnis online mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *